close

Rangkuman Biologi Kelas 10: Bab 2 Keanekaragaman Hayati – Kurikulum Merdeka

Keanekaragaman hayati merupakan topik penting dalam Biologi kelas 10 Kurikulum Merdeka. Bab ini membahas keanekaragaman hayati, mulai dari pengertian, tingkat-tingkat keanekaragaman, faktor-faktor yang mempengaruhi, hingga pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Siswa diharapkan dapat memahami konsep ini sebagai dasar dalam memelihara ekosistem dan menjaga keseimbangan lingkungan.

1. Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah variasi bentuk kehidupan di Bumi, termasuk variasi genetik, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati mencakup semua organisme hidup dari berbagai sumber, termasuk daratan, laut, dan ekosistem perairan lainnya.

2. Tingkat-Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dapat dibagi menjadi tiga tingkat utama:

  1. Keanekaragaman Genetik: Variasi gen yang terdapat dalam satu spesies. Contoh: variasi warna bunga dalam satu jenis tanaman.
  2. Keanekaragaman Spesies: Variasi spesies yang ada di suatu ekosistem. Contoh: hutan hujan tropis memiliki berbagai jenis burung, serangga, dan mamalia.
  3. Keanekaragaman Ekosistem: Variasi ekosistem dalam suatu wilayah. Contoh: hutan, padang rumput, dan lahan basah.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati

Beberapa faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati antara lain:

  1. Iklim: Iklim yang berbeda menghasilkan keanekaragaman hayati yang berbeda. Contoh: daerah tropis memiliki keanekaragaman yang lebih tinggi dibandingkan daerah kutub.
  2. Topografi: Kondisi geografis seperti pegunungan dan lembah mempengaruhi distribusi spesies.
  3. Ketersediaan Air: Air adalah sumber kehidupan yang penting bagi keanekaragaman hayati.
  4. Aktivitas Manusia: Deforestasi, urbanisasi, dan polusi dapat mengurangi keanekaragaman hayati.

4. Pentingnya Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  1. Ekologis: Mempertahankan keseimbangan ekosistem dan siklus nutrisi.
  2. Ekonomi: Sumber daya alam seperti obat-obatan, makanan, dan bahan baku industri.
  3. Ilmiah dan Pendidikan: Menyediakan informasi untuk penelitian dan pendidikan.
  4. Kebudayaan dan Rekreasi: Nilai estetika dan spiritual, serta tempat rekreasi dan pariwisata.

5. Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati antara lain:

  1. Konservasi In Situ: Melindungi spesies di habitat aslinya. Contoh: taman nasional dan cagar alam.
  2. Konservasi Ex Situ: Melindungi spesies di luar habitat aslinya. Contoh: kebun binatang dan bank gen.
  3. Penggunaan Berkelanjutan: Memanfaatkan sumber daya alam dengan cara yang tidak merusak lingkungan.
  4. Pendidikan dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman hayati.

Kesimpulan

Keanekaragaman hayati adalah kekayaan alam yang harus dijaga dan dilestarikan. Melalui pemahaman yang mendalam tentang keanekaragaman hayati, siswa dapat berkontribusi dalam usaha pelestarian dan mengapresiasi peran penting keanekaragaman hayati dalam kehidupan.

Baca Juga: Rangkuman Biologi Kelas 10 Kurikulum Merdeka: Bab 1 – Virus dan Peranannya

Pertanyaan Diskusi

  1. Mengapa keanekaragaman hayati lebih tinggi di daerah tropis dibandingkan dengan daerah kutub?
  2. Bagaimana aktivitas manusia dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati?
  3. Diskusikan manfaat keanekaragaman hayati bagi kesehatan manusia.

Latihan Soal

  1. Jelaskan perbedaan antara keanekaragaman genetik dan keanekaragaman spesies.
  2. Sebutkan tiga manfaat keanekaragaman hayati dan beri contohnya.
  3. Apa yang dimaksud dengan konservasi in situ dan ex situ? Berikan contohnya masing-masing.

Referensi

  • Buku Teks Biologi Kelas 10 Kurikulum Merdeka
  • Artikel ilmiah tentang biodiversitas
  • Sumber online terpercaya seperti jurnal ilmiah dan situs konservasi

Dengan pemahaman yang baik tentang keanekaragaman hayati, siswa dapat lebih menghargai kekayaan alam di sekitar mereka dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Back to top button