close

Rangkuman Materi Ekonomi Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Yuk sobat kampus, belajar lagi Rangkuman Materi Ekonomi Kelas 10 Kurikulum Merdeka lengkap untuk jenjang pendidikan SMA, SMK, dan MA. Buat kamu yang pengen belajar inti pembahasan tiap bab yang ada di pelajaran Ekonomi bisa simak pembahasan kali ini ya!

Kamu bisa pilih materi semua babnya dari semester 1 hingga 2:

Bab 1 Pengantar Ilmu Ekonomi

Ilmu Ekonomi adalah cabang ilmu dalam rumpun Ilmu Sosial yang mempelajari perilaku manusia dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Kegiatan ekonomi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, dan ilmu ekonomi membantu kita memahami dinamika di baliknya.

Sejarah singkat perkembangan ilmu ekonomi dimulai pada tahun 1776, ketika Adam Smith, seorang ahli ekonomi asal Inggris yang dianggap sebagai “bapak ekonomi,” menerbitkan buku berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” . Buku ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan ilmu ekonomi.

Sebelum era Adam Smith, sudah ada banyak pemikiran tentang ekonomi, termasuk dalam lingkup ekonomi makro yang membahas perekonomian suatu negara. Namun, pemikiran tersebut belum dikemukakan secara sistematis dan belum ada analisis menyeluruh mengenai aspek kegiatan perekonomian dalam masyarakat. Keterbatasan ini membuat ilmu ekonomi masih dianggap sebagai cabang ilmu yang belum mampu berdiri sendiri.

Dua abad setelah era Adam Smith, terjadi perkembangan pesat dalam bidang perekonomian. Revolusi industri yang baru dimulai berkembang menjadi industri canggih dengan teknologi yang lebih maju. Pertumbuhan dan modernisasi kegiatan ekonomi di berbagai negara memengaruhi perkembangan pemikiran ekonomi. Saat ini, terdapat berbagai analisis dalam ilmu ekonomi yang semakin kompleks.

Secara umum, analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi dua bentuk:

  1. Teori Ekonomi Mikro: Mempelajari perilaku individu, perusahaan, dan pasar dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
  2. Teori Ekonomi Makro: Mempelajari keseluruhan perekonomian suatu negara, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, dan kebijakan ekonomi.

Pengertian ilmu ekonomi adalah penyelidikan tentang keadaan dan penyebab adanya kekayaan negara. Manusia memiliki berbagai macam kebutuhan, dan ilmu ekonomi membantu mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Contoh kebutuhan meliputi makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Karena alat pemuas kebutuhan memiliki sifat yang sangat terbatas, ilmu ekonomi menjadi penting untuk mengatur alokasi sumber daya guna memenuhi kebutuhan manusia .

Bab 2 Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi melibatkan tiga aspek utama: produksi, konsumsi, dan distribusi. Mari kita bahas lebih lanjut:

  1. Produksi:
    • Produksi adalah proses menciptakan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan manusia.
    • Ini melibatkan penggunaan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi.
    • Contoh produksi termasuk pembuatan mobil, pakaian, makanan, dan perangkat elektronik.
  2. Konsumsi:
    • Konsumsi adalah penggunaan barang dan jasa oleh individu dan rumah tangga.
    • Ini mencakup kegiatan seperti makan, berbelanja, dan menggunakan layanan.
    • Konsumsi juga memengaruhi permintaan pasar dan pertumbuhan ekonomi.
  3. Distribusi:
    • Distribusi melibatkan bagaimana barang dan jasa didistribusikan dari produsen ke konsumen.
    • Ini termasuk distribusi fisik (seperti transportasi) dan distribusi informasi (seperti iklan).
    • Sistem distribusi memainkan peran penting dalam menghubungkan produsen dengan konsumen.

Dengan memahami ketiga aspek ini, kita dapat melihat bagaimana kegiatan ekonomi saling terkait dan memengaruhi kehidupan sehari-hari kita.

Bab 3 Pasar dan Terbentuknya Harga Pasar

Dalam ilmu ekonomi, pasar adalah tempat di mana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi. Di pasar, harga barang dan jasa ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran. Mari kita bahas lebih lanjut:

  1. Permintaan:
    • Permintaan mengacu pada keinginan dan kemampuan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa pada berbagai tingkat harga.
    • Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan meliputi harga, pendapatan konsumen, selera, preferensi, dan faktor-faktor lainnya.
    • Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta oleh konsumen.
  2. Penawaran:
    • Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang siap dijual oleh produsen atau penjual pada berbagai tingkat harga.
    • Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran meliputi biaya produksi, teknologi, kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor lainnya.
    • Kurva penawaran menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen.
  3. Keseimbangan Pasar:
    • Keseimbangan pasar terjadi ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
    • Pada titik keseimbangan, harga pasar (harga kesepakatan antara pembeli dan penjual) terbentuk.
    • Jika harga di atas keseimbangan, akan ada kelebihan penawaran (surplus). Jika harga di bawah keseimbangan, akan ada kekurangan penawaran (defisit).
  4. Jenis Pasar:
    • Terdapat berbagai jenis pasar, termasuk:
      • Pasar Persaingan Sempurna: Banyak penjual dan pembeli, produk homogen, harga ditentukan oleh pasar.
      • Pasar Monopoli: Satu penjual dominan, harga ditentukan oleh penjual.
      • Pasar Persaingan Monopolistik: Banyak penjual dengan produk yang sedikit berbeda, harga dipengaruhi oleh selera konsumen.
      • Pasar Oligopoli: Beberapa penjual dominan, harga dipengaruhi oleh interaksi antara penjual.

Bab 4 Bank dan Alat Pembayaran

Bank adalah lembaga keuangan yang berperan dalam menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman atau investasi. Berikut adalah beberapa poin penting terkait bank:

  1. Sistem Pembayaran:
    • Bank memainkan peran kunci dalam sistem pembayaran. Mereka memfasilitasi transfer dana antara individu, perusahaan, dan lembaga lainnya.
    • Contoh transaksi melalui bank termasuk transfer antar rekening, pembayaran tagihan, dan pembelian menggunakan kartu debit/kredit.
  2. Alat Pembayaran:
    • Bank menyediakan berbagai alat pembayaran yang memudahkan transaksi:
      • Rekening Giro: Jenis rekening yang memungkinkan penarikan dan setoran dana secara fleksibel.
      • Tabungan: Rekening yang biasanya digunakan untuk menabung dan memperoleh bunga.
      • Deposito: Penyimpanan dana dengan jangka waktu tertentu dan bunga yang lebih tinggi.
      • Kartu Debit: Digunakan untuk pembayaran langsung dari rekening bank.
      • Kartu Kredit: Memungkinkan pembelian dengan kredit yang harus dibayar kembali dalam periode tertentu.
      • Cek: Instrumen pembayaran tertulis yang ditarik dari rekening giro.
  3. Peran Bank Lainnya:
    • Pemberi Pinjaman: Bank memberikan pinjaman kepada individu dan perusahaan untuk keperluan seperti membeli rumah, mobil, atau modal usaha.
    • Investasi: Bank juga berperan sebagai pengelola dana investasi, seperti reksadana dan obligasi.
    • Layanan Keuangan: Selain itu, bank menyediakan layanan seperti asuransi, safe deposit box, dan konsultasi keuangan.

Bab 5 Lembaga Keuangan Non Perbankan

Industri Keuangan Nonbank (LKNB) melibatkan lembaga keuangan selain perbankan yang memiliki tujuan mengumpulkan dan menyalurkan dana kembali kepada masyarakat untuk mendukung perkembangan pasar uang dan pasar modal. Beberapa contoh LKNB di Indonesia meliputi asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya1.

Pasar Modal adalah tempat di mana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan transaksi saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya. Di pasar modal, harga saham dan obligasi ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran. Pasar modal berperan penting dalam mengalokasikan dana dan memfasilitasi investasi serta pertumbuhan ekonomi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011. OJK memiliki fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. OJK mengawasi dan mengatur sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan. Tujuan OJK adalah memastikan keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK juga berperan dalam mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.

Bagikan juga yuk ketemanmu yang lagi cari ringkasan materi, kira-kira kamu mau request pelajaran apalagi? Good Luck!

Back to top button