close
BiologiKelas 11Kurikulum 2013SMA/SMK/MA

Rangkuman Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum 2013

Berikut ini tim kampus bagikan salah satu rangkuman materi biologi kelas 11 spesial untuk kurikulum 2013. Untuk kamu yang sedang menggunakan kurikulum 2013, bisa menggunakan materi ini yang sudah disesuaikan BSE. Silakan pilih materi yang ingin kamu pelajari!

Apa Itu Sel?

Sel adalah unit dasar kehidupan yang terdapat pada semua makhluk hidup. Struktur sel sangat kompleks dan terdiri dari berbagai organel seperti inti (nukleus), mitokondria, retikulum endoplasma, lisosom, dan lain-lain. Organel-organel ini bekerja sama untuk menjalankan fungsi kehidupan, seperti produksi energi, sintesis protein, dan reproduksi sel.

Makhluk hidup dapat dikategorikan menjadi uniseluler yang hanya memiliki satu sel, seperti bakteri dan archaea, atau multiseluler yang memiliki banyak sel, seperti tumbuhan dan hewan. Sel-sel pada organisme multiseluler seringkali memiliki pembagian tugas, yang memungkinkan spesialisasi fungsi dan efisiensi yang lebih tinggi.

Sejarah penemuan sel dimulai dengan Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati irisan gabus dan menemukan “kamar-kamar kecil” yang ia sebut sel. Penemuan ini dan penelitian selanjutnya oleh ilmuwan lainnya seperti Matthias Schleiden, Theodor Schwann, dan Rudolf Virchow membentuk teori sel yang merupakan prinsip dasar biologi.

Jaringan Tumbuhan dan Hewan

Jaringan pada tumbuhan dan hewan merupakan kumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang serupa. Pada tumbuhan, jaringan dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk:

  1. Jaringan Meristematik: Jaringan ini bertanggung jawab atas pertumbuhan tumbuhan.
  2. Jaringan Epidermis: Berfungsi sebagai pelindung tumbuhan.
  3. Jaringan Pengangkut: Meliputi xilem dan floem yang bertugas mengangkut air, mineral, dan nutrisi.
  4. Jaringan Parenkim: Berperan dalam penyimpanan cadangan makanan dan fotosintesis.
  5. Jaringan Kolenkim dan Sklerenkim: Memberikan dukungan dan kekuatan pada tumbuhan.

Sementara itu, jaringan pada hewan meliputi:

  1. Jaringan Epitel: Melapisi permukaan tubuh dan organ dalam, melindungi dari kerusakan.
  2. Jaringan Pengikat: Mengikat dan menopang jaringan lain, termasuk jaringan tulang dan darah.
  3. Jaringan Otot: Memungkinkan gerakan.
  4. Jaringan Saraf: Menerima dan mengirimkan rangsangan.

Perbedaan utama antara jaringan tumbuhan dan hewan terletak pada keberadaan dinding sel yang kaku pada tumbuhan, yang tidak ditemukan pada hewan. Jaringan tumbuhan juga berperan dalam dukungan struktural dan transportasi nutrisi, sedangkan jaringan hewan lebih berfokus pada gerakan dan koordinasi.

Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak manusia adalah kumpulan komponen yang memungkinkan kita untuk bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan. Sistem ini terdiri dari:

  • Tulang: Kerangka yang menopang tubuh, melindungi organ dalam, menyimpan kalsium, dan menghasilkan sel darah.
  • Otot: Serat-serat yang dapat berkontraksi untuk menggerakkan tulang dan sendi.
  • Sendi: Tempat pertemuan antara dua tulang yang memungkinkan gerakan.

Sistem gerak juga melibatkan saraf dan otak yang mengkoordinasikan gerakan. Gangguan pada sistem gerak, seperti atrofi otot atau osteoporosis, dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sistem gerak sangat penting.

Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah merupakan sistem kardiovaskular yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kinerja dan fungsi berbagai sistem organ di dalam tubuh manusia. Sistem ini mengedarkan oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh tubuh, serta mengeluarkan sisa proses metabolisme berupa karbon dioksida. Mari kita kenali beberapa organ yang terlibat dalam sistem peredaran darah:

  1. Jantung: Jantung adalah organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh. Terletak di bagian kiri rongga dada, jantung memiliki empat ruangan: dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Bilik dan serambi kiri berisi darah bersih yang kaya oksigen, sedangkan bilik dan serambi kanan berisi darah kotor. Jantung juga dilengkapi dengan empat katup untuk mencegah aliran balik darah saat dipompa.
  2. Pembuluh Darah: Pembuluh darah mengedarkan darah dari jantung ke berbagai organ dan jaringan tubuh, serta sebaliknya. Ada dua jenis pembuluh darah:
    • Arteri: Membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali pembuluh arteri pulmonalis.
    • Vena: Membawa darah dari seluruh tubuh atau dari paru-paru kembali ke jantung.
  3. Darah: Darah adalah komponen terpenting dalam sistem peredaran darah manusia. Fungsinya meliputi:
    • Plasma darah: Cairan berwarna kekuningan yang mengandung antibodi, hormon, dan protein.
    • Sel darah merah (eritrosit): Bertindak sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida.
    • Sel darah putih (leukosit): Komponen utama sistem kekebalan tubuh yang melawan benda asing berbahaya.

Dengan kerjasama organ-organ ini, sistem peredaran darah menjaga keseimbangan tubuh dan memastikan seluruh jaringan mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Sistem Pencernaan

Sistem Pencernaan adalah kelompok organ yang memecah makanan untuk menyerap nutrisi. Nutrisi dalam makanan digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk menjaga semua sistem tubuh bekerja. Bagian makanan sisa yang tidak dapat diuraikan, dicerna, atau diserap diekskresikan sebagai buang air besar (feses) 1.

Mari kita kenali lebih jauh tentang sistem pencernaan manusia:

  1. Saluran Pencernaan: Saluran ini memanjang dari mulut hingga ke anus dan berfungsi memecah dan menyerap zat gizi makanan. Organ-organ saluran pencernaan meliputi:
    • Mulut: Tempat dimulainya proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Gigi memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil, dan air liur memecah karbohidrat dengan enzim amilase.
    • Kerongkongan (esofagus): Menghubungkan mulut dengan lambung, membawa makanan yang telah dikunyah menuju proses pencernaan selanjutnya di dalam lambung.
    • Lambung: Tempat makanan dicerna lebih lanjut oleh asam lambung dan enzim pencernaan.
    • Usus Halus: Tempat utama penyerapan zat gizi ke dalam darah.
    • Usus Besar: Menyerap air dan menghasilkan feses.
    • Rektum dan Anus: Tempat akhir pengolahan makanan sebelum dikeluarkan sebagai feses.
  2. Organ Pencernaan Pelengkap: Meliputi mulut, kantung empedu, kelenjar air liur, hati, dan pankreas. Organ-organ ini membantu menggerakkan makanan dan cairan yang Anda konsumsi secara berurutan.
  3. Proses Pencernaan: Selain organ-organ besar, enzim pencernaan juga terlibat dalam memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil. Triliunan bakteri bermanfaat di dalam usus, disebut flora atau mikrobiota, juga berperan dalam proses pencernaan.

Sistem Pernapasan

Sistem Pernapasan adalah sekumpulan jaringan organ yang membantu tubuh bernapas. Fungsinya melibatkan pengambilan oksigen dari udara dan pengeluaran gas sisa seperti karbondioksida dari darah. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sistem pernapasan manusia:

  1. Organ-organ Pernapasan:
    • Rongga Hidung: Tempat dimulainya proses pernapasan. Udara masuk melalui hidung dan melewati rongga ini.
    • Faring atau Tenggorokan: Menghubungkan mulut dengan kerongkongan (esofagus) dan memfasilitasi perpindahan udara.
    • Trakea atau Batang Tenggorokan: Saluran udara yang menghubungkan faring dengan bronkus.
    • Laring atau Pangkal Tenggorokan: Berperan dalam pembentukan suara dan melindungi saluran pernapasan.
    • Bronkus atau Cabang Batang Tenggorokan: Membawa udara dari trakea ke paru-paru.
    • Paru-paru (Pulmo): Organ utama dalam pernapasan, tempat pertukaran gas terjadi.
  2. Proses Pernapasan Manusia:
    • Pernapasan Dada: Melibatkan gerakan dada dan paru-paru untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
    • Pernapasan Perut: Terjadi melalui gerakan diafragma, yang memengaruhi volume paru-paru.
  3. Cara Memelihara Organ Pernapasan:
    • Hindari Merokok: Merokok dapat merusak paru-paru dan mempengaruhi fungsi pernapasan.
    • Berolahraga: Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan.
    • Hindari Paparan Polusi: Udara yang tercemar dapat merugikan organ pernapasan.
    • Menghindari Infeksi: Jaga kebersihan dan hindari infeksi saluran pernapasan.

Ingatlah bahwa sistem pernapasan memungkinkan seluruh organ tubuh berfungsi dengan baik melalui pasokan oksigen dan pengeluaran karbondioksida.

Sistem Ekskresi

Sistem Ekskresi pada manusia adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi digunakan oleh tubuh. Zat-zat ini meliputi karbon dioksida, urin, urea, keringat, dan senyawa lain yang bersifat toksik (racun). Jika tidak dibuang, zat-zat tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

Berikut adalah beberapa organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia:

  1. Ginjal: Ginjal merupakan organ ekskresi yang berbentuk seperti kacang. Manusia memiliki dua ginjal yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang, tepatnya di bawah hati dan limpa. Fungsi ginjal meliputi penyaringan darah, pengaturan keseimbangan air, dan pengaturan konsentrasi garam dalam tubuh. Ginjal juga berhubungan dengan ureter, tabung yang membawa urin ke kandung kemih.
  1. Kulit: Kulit juga berperan dalam ekskresi melalui keringat. Keringat mengandung zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
  1. Paru-paru: Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dari darah dan mengambil oksigen dari udara.
  1. Hati: Meskipun bukan organ ekskresi utama, hati berperan dalam mengubah beberapa zat sisa menjadi bentuk yang lebih mudah diekskresikan.

Sistem Koordinasi dan Alat Indra Manusia

Sistem Koordinasi pada Manusia adalah mekanisme yang mengatur penerimaan, pengolahan, dan tanggapan terhadap informasi dalam tubuh manusia. Sistem ini melibatkan beberapa komponen penting:

  1. Sistem Saraf:
    • Sel Saraf: Sel-sel ini berperan dalam mengirimkan sinyal listrik melalui serat saraf.
    • Sistem Saraf Pusat: Terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak mengendalikan berbagai fungsi tubuh, sedangkan sumsum tulang belakang menghubungkan otak dengan seluruh tubuh.
    • Sistem Saraf Tepi: Melibatkan saraf-saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh.
  2. Alat Indra:
    • Mata: Berperan dalam penglihatan.
    • Hidung: Berfungsi sebagai indera pembau.
    • Lidah: Memiliki reseptor untuk pengecapan.
    • Telinga: Terlibat dalam pendengaran.
    • Kulit: Merupakan indera peraba yang sensitif terhadap rangsangan.
  3. Sistem Hormon (Endokrin):
    • Menggunakan hormon untuk mengatur berbagai proses dalam tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi.

Sistem koordinasi memastikan kerja harmonis antara organ-organ tubuh dan memberikan respons yang sesuai terhadap rangsangan. Contohnya, ketika menonton acara lucu, sistem koordinasi memungkinkan kita tertawa, sedangkan ketika menonton film menakutkan, sistem ini memicu reaksi ketakutan. Oleh karena itu, sistem koordinasi sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi pada manusia adalah mekanisme yang memungkinkan pembentukan keturunan. Organ-organ reproduksi bekerja bersama untuk memproduksi sel-sel reproduksi yang kemudian bergabung dan berkembang menjadi janin. Sistem ini terdiri dari organ reproduksi internal dan eksternal yang berbeda pada pria dan wanita. Mari kita jelajahi lebih lanjut:

  1. Alat Reproduksi Wanita:
    • Ovarium (Indung Telur): Tempat pembentukan sel telur (ovum). Ovarium berjumlah sepasang dan terletak di rongga perut bagian bawah. Sel telur matang setiap 28 hari dan dilepaskan melalui proses ovulasi.
    • Mons Veneris (Mons Pubis): Lapisan lemak yang menutupi tulang kemaluan.
    • Labia Mayora dan Labia Minora: Bagian luar vulva.
    • Vagina: Saluran yang menghubungkan rahim dengan luar tubuh.
    • Uterus (Rahim): Tempat janin berkembang selama kehamilan.
    • Tuba Falopi: Saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim.
  2. Alat Reproduksi Pria:
    • Testis: Tempat produksi sperma.
    • Epididimis: Tempat penyimpanan dan pematangan sperma.
    • Kelenjar Prostat dan Vesikula Seminalis: Menghasilkan cairan semen.
    • Vas Deferens: Saluran yang menghubungkan testis dengan uretra.
    • Penis dan Skrotum: Bagian luar alat reproduksi pria.

Sistem reproduksi memastikan kelangsungan keturunan manusia dan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan makhluk hidup.

Semoga rangkuman ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke temanmu yang membutuhkan bahan belajar gratis! Akses juga ringkasan materi lain di kampusimpian.com

Kampus Impian

Platform Pendidikan digital yang berdiri sejak 2019 banyak membagikan Tips belajar, Info Kampus, dan Materi belajar gratis.
Back to top button