close

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 Bab 2 Kerajinan Tekstil

Berikut ini kita bagikan ringkasan materi mata pelajaran Prakarya kelas 7 pembahasan tentang Kerajinan Tekstil Kurikulum 2013 versi terbaru. Kita juga akan update rangkuman mata pelajaran kurikulum merdeka. Kamu juga dapat mengakses rangkuman materi lain mulai dari Kelas 6, Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9, Kelas 10, Kelas 11, hingga Kelas 12. Beberapa mata pelajaran masih dalam tahap update tim kami, jadi mohon bersabar ya!!!

Kerajinan tekstil adalah salah satu bidang seni yang memanfaatkan bahan-bahan tekstil yang berasal dari serat alam atau buatan. Bahan tekstil dapat diolah menjadi benang dan kain dengan berbagai cara, seperti menenun, merajut, menyatukan serat, dan lain-lain. Dari bahan tekstil, kita dapat membuat berbagai macam produk kerajinan, seperti pakaian, aksesoris, hiasan, dan sebagainya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang kerajinan tekstil secara ringkas. Artikel ini bersumber dari buku Kemendikbud RI yang merupakan publikasi resmi dari pemerintah. Artikel ini juga mengandung informasi tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia yang terkait dengan kerajinan tekstil.

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia serta samudera Hindia dan Pasifik. Indonesia memiliki iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin muson. Indonesia juga memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Sejak zaman prasejarah, masyarakat Indonesia telah mengenal dan mengembangkan kerajinan tekstil dengan berbagai motif dan teknik.

Salah satu contoh kerajinan tekstil yang terkenal dari Indonesia adalah batik. Batik adalah seni menghias kain dengan menggunakan malam atau lilin yang dibentuk sesuai dengan motif yang diinginkan. Kemudian kain tersebut dicelupkan ke dalam pewarna alami atau sintetis. Proses ini diulangi beberapa kali untuk mendapatkan warna dan motif yang bervariasi.

Kerajinan tekstil merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Kerajinan tekstil juga memiliki nilai ekonomi dan estetika yang tinggi. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita dalam bidang kerajinan tekstil, baik secara spontan maupun ilmiah. Kita juga perlu menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kerajinan tekstil Indonesia sejak usia dini.

Prinsip dan Fungsi Kerajinan Tekstil

Kerajinan adalah salah satu bentuk seni rupa terapan yang berarti proses pembuatan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan ketrampilan tangan yang dirancang untuk tujuan fungsional (manfaat) dan estetis (keindahan).

Ada berbagai macam tujuan dari produk kerajinan tekstil, antara lain:

  • Fungsi dekoratif, kerajinan yang dibuat hanya sebagai penghias suatu benda atau ruangan tanpa memiliki makna khusus selain untuk memperindah. Contoh: hiasan dinding.
  • Fungsi praktis, kerajinan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Contoh: pakaian, tas, dan aksesoris.
  • Fungsi ritual, kerajinan yang memiliki simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda sakral yang berkaitan dengan kepercayaan dan spiritualitas. Contoh: ulos. Kain tenun ini digunakan dalam berbagai upacara adat seperti pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.
  • Fungsi simbolis, kerajinan tekstil tradisional selain berfungsi sebagai hiasan juga melambangkan hal tertentu yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual. Contoh: tapestri, tenun, dan batik yang memiliki motif-motif simbolis.

Hal-hal berikut ini merupakan prinsip kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai.

1. Keistimewaan Bahan kerajinan

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dijadikan bahan dasar kerajinan. Laut menghasilkan sumber daya alam seperti batu, kerang, sisik ikan, tulang ikan, dan rumput laut. Sementara itu, darat menyimpan kekayaan alam seperti kayu, logam, batu, tanah liat, tumbuhan (serat), dan lain-lain.

Bahan dasar untuk membuat kerajinan bisa berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan bisa didapatkan dari alam, atau diolah sendiri, bahkan sampai memakai bahan limbah yang ada di sekitar kita.

2. Keterampilan Tangan

Dalam perkembangannya, istilah ‘ketukangan’ (keahlian tukang) atau perajin, sebelumnya merupakan proses kerja para tukang yang menjadi ‘kekriyaan’ (craftmanship). Kesadaran material, (material consciousness) adalah kesadaran bekerja dengan dan melalui peralatan yang kita miliki. Dengan kata lain, kesadaran seorang perajin untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas disertai kepekaan terhadap apa yang terkait dengan perkakas itu.

3. Unsur Estetik

Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi. Dari segi bentuk ditampilkan keanekaragaman bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi.

Produk kerajinan tapestry dibuat berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga menghasilkan produk kerajinan yang harmonis.

4. Unsur Dekoratif (Ornament)

Unsur dekoratif (ornament) adalah elemen hias yang dibuat dengan berbagai teknik seperti melukis, mengukir, dan mencetak.

Terdapat dua jenis teknik penerapan unsur dekoratif pada produk kerajinan,

  1. dekorasi pada permukaan produk, yaitu dekorasi yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibentuk,
  2. dekorasi terpadu yaitu pembuatan dekorasi dibuat sejak awal pembuatan kerajinan sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.

Ragam hias merupakan ciri khas suatu daerah yang memiliki keistimewaan dan karakteristik yang berbeda dari daerah lainnya.

Tekstil kerajinan adalah hasil dari kombinasi bahan dan teknik yang sesuai dengan jenis rancangannya. Untuk membuat sebuah kerajinan tekstil, kita perlu mengetahui jenis dan karakteristiknya.

Ada dua teknik utama dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu teknik struktural dan teknik dekoratif.

1. Teknik Struktural

Teknik struktural adalah cara menyusun garis, bentuk, warna, dan tekstur dari kerajinan tekstil yang terbentuk dari bahan yang dijalin dengan cara tertentu. Contohnya tas yang dibuat dengan cara merajut.

2. Teknik Dekoratif

Teknik dekoratif (garnitur) adalah perlakuan yang diberikan pada permukaan busana untuk memberikan efek visual dan menambah keindahan. Contohnya tas kain katun yang dijahit, kemudian dihiasi dengan bordir pita.

Tahapan Pembuatan Kerajinan Tekstil

Kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai hiasan memiliki beberapa tujuan dalam pembuatannya, yaitu:

1. Untuk memenuhi kebutuhan.

Perajin memperhatikan tujuan dari produk kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai hiasan yaitu untuk menghias. Sedangkan produk kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai pakaian digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior.

2. Kerajinan tekstil hasil pengembangan

Kerajinan tekstil yang berfungsi sebagai hiasan juga dapat dibuat dengan mengubah bahan dan teknik. Para perajin kadang-kadang menciptakan inovasi pada produk kerajinan mereka yang dianggap telah kuno atau monoton.

a. Tapestri

Tapestri adalah seni tekstil yang dibuat dengan menenun benang-benang berwarna dengan alat tenun vertikal. Tapestri mirip dengan rajutan. Bahan-bahan yang digunakan antara lain benang, serat, kain, kertas yang digulung, dan lain-lain. Tapestri bisa berupa permadani, hiasan dinding, atau penutup lantai yang terbuat dari serat. Bentuknya bervariasi, bisa ditenun, diikat, dirajut, atau dengan cara lain.

Asal Usul Tapestri

Menurut para ahli antropologi, menenun sudah ada sejak 500 SM di wilayah Mesopotamia dan Mesir. Kemudian menyebar ke Eropa dan Asia, seperti India, Turki, dan Cina. Wilayah-wilayah ini terkenal sebagai penghasil permadani yang berkualitas, baik yang dibuat dengan tangan maupun dengan mesin.

Bahan dan Alat Membuat Tapestri

  • Benang halus untuk lungsi
  • Benang tebal untuk pakan
  • Kayu spanram yang dipaku untuk lungsi
  • Batang kayu

Cara Membuat Tapestri

  1. Membuat lungsi pada kayu spanram
  2. Menyisipkan benang pakan pada lungsi
  3. Mengganti warna pakan sesuai motif yang dikehendaki
  4. Jika ingin menggunakan teknik ria, caranya seperti ini.
  5. Melepaskan tapestri dari kayu spanram setelah selesai
  6. Membentuk tapestri menjadi hiasan dinding atau bentuk lain.

b. Batik

Batik adalah seni tekstil yang menggunakan teknik rintang warna (resist dyeing) untuk membuat motif-motif pada kain. Teknik ini dipercaya memiliki makna magis untuk memanggil roh pelindung dan menolak roh jahat. Para ahli melihat bukti-bukti teknik rintang warna pada lukisan-lukisan di goa-goa di Indonesia. Teknik ini sudah dilakukan oleh manusia purba.

Batik adalah seni menghias kain dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang pewarnaan. Batik memiliki sejarah panjang dan kaya di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Batik juga merupakan warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Batik memiliki berbagai macam motif dan warna yang mencerminkan budaya dan nilai-nilai masyarakat yang memproduksinya. 

Secara umum, batik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Batik Klasik

Batik klasik adalah batik yang berkembang di lingkungan keraton Jawa. Batik klasik memiliki motif dan warna yang terbatas dan simbolis, serta mengikuti aturan-aturan tertentu dalam pembuatan dan pemakaian. Batik klasik biasanya memiliki makna filosofis dan spiritual, serta menunjukkan status sosial pemakainya.

2. Batik Pesisir

Batik pesisir adalah batik yang berkembang di daerah pesisir Jawa dan luar Jawa, sebagai hasil dari interaksi budaya dengan berbagai bangsa asing, seperti Cina, India, Arab, Eropa, dan lain-lain. Batik pesisir memiliki motif dan warna yang lebih beragam dan dinamis, serta lebih bebas dalam berekspresi. Batik pesisir biasanya memiliki makna estetis dan pragmatis, serta menunjukkan keberagaman dan kreativitas masyarakatnya.

Salah satu contoh motif batik pesisir adalah trumtum, yang merupakan lambang cinta kasih yang tulus, abadi, dan subur. Motif ini berbentuk bunga dan tumbuhan yang melambangkan keindahan dan keharmonisan alam.

Proses Pembuatan Batik

Untuk membuat batik, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kain katun berwarna putih, malam atau lilin, dan pewarna sintetis atau alami.

  • Kain berwarna putih
  • Malam atau Lilin
  • Pewarna Batik

Alat-Alat yang Digunakan untuk Membuat Batik

  • Canting
  • Kompor

Teknik-Teknik dalam Membuat Batik

Ada tiga teknik yang dikenal dalam membuat batik, yaitu teknik cap, teknik tulis, dan teknik kombinasi cap dan tulis. Teknik cap digunakan untuk membuat batik dengan motif yang berulang-ulang.

Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat batik.

1. Nganji

Memberikan kanji pada kain setelah dicuci. Pemberian kanji tergantung pada kebiasaan dan keinginan.

2. Ngemplong

Menghaluskan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul dengan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna.

3. Nyungging

Membuat pola di atas kertas.

4. Njaplak

Menjiplak pola dari kertas ke kain.

5. Nglowong

Memberi malam atau lilin pada kain sesuai pola.

6. Ngiseni

Memberi isian motif di dalam pola besar.

7. Nembok

Menutup bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap putih saat dilorot.

8. Nyolet

Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon.

9. Nyelup

Memberi warna pada kain dengan cara mencelupkan ke dalam zat pewarna.

10. Mopok

Memberi isian pada bagian latar belakang pola.

11. Nglorod

Menghilangkan malam atau lilin yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.

12. Nanahi

Memberi isian dengan malam pada bagian latar belakang pola.

Setelah itu dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.

Sulam

Sulam adalah seni menghias permukaan kain atau bahan lain dengan menggunakan jarum dan benang. Sulam juga dikenal dengan sebutan bordir. Sulam merupakan salah satu bentuk kerajinan tekstil yang membutuhkan keterampilan dan kreativitas untuk menciptakan pola dan gambar yang indah di atas kain. Menurut buku Seni Menyulam: Pengertian dan Sejarahnya (2021) karya Ari Welianto, sulam pertama kali ditemukan di Mesir ribuan tahun yang lalu. Sekarang ini, sulam tidak hanya menggunakan benang, tetapi juga pita dan benang nylon yang tebal dan kaku. Jenis kain dan benang yang digunakan untuk menyulam juga bervariasi sesuai dengan tempat dan negara.

Sulam menggunakan berbagai macam tusukan dasar, seperti tusuk jelujur, tikam jejak, silang, flanel, feston, rantai, melekat benang, batang, dan lain-lain.

 Hasil sulaman dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sulam datar, yaitu sulaman yang rata dengan permukaan kain.
  • Sulam terawang (kerawang), yaitu sulaman yang berlubang-lubang sehingga tampak menerawang.
  • Sulam timbul, yaitu sulaman yang menimbulkan tekstur di permukaan kain sesuai dengan motif yang dibuat.

Ada beberapa macam sulaman yang populer saat ini, yaitu:

1. Sulam peniti

Sulam peniti adalah sulaman yang memiliki tekstur seperti kepala jarum pentul kecil-kecil. Di daerah Sumatra Barat, jarum pentul berwarna tanpa kepala disebut dengan peniti.

2. Sulam timbul

Sulam timbul adalah sulaman yang menggunakan teknik menumpuk kain, kain berwarna ditempatkan di bagian bawah/ dalam kain latar sedangkan sulaman dibuat di bagian luar kain latar.

3. Sulam kursi

Sulam kursi adalah sulaman yang berfungsi sebagai hiasan baju atau taplak meja dan sebagainya. Dibuat di atas kursi bulat kecil, sehingga dinamakan sulaman kursi. Benang yang dipakai biasanya halus dan tipis.

4. Sulam riben

Sulam riben memakai riben-riben dengan ukuran dan tebal yang beragam. Sulaman ini memakai jarum jahit atau jarum tilam yang memiliki lubang benang besar.

Menghias Kain dengan Jahit Aplikasi

Jahit aplikasi adalah salah satu teknik menjahit yang digunakan untuk menghubungkan dua potong kain dengan jarum dan benang. Kegiatan ini sering dianggap sebagai pekerjaan yang khas untuk perempuan. Jahit aplikasi adalah salah satu cara untuk menghias kain dengan teknik menjahit.

Jahit aplikasi adalah cara menghiasi permukaan kain dengan menempelkan potongan kain yang berbeda warna dari kain dasar, kemudian dijahit dengan tangan menggunakan tusuk hias feston. 

Ada beberapa jenis jahit aplikasi, yaitu:

1. Jahit aplikasi standart (onlay)

Jahit aplikasi standart (onlay) adalah cara membuat kerajinan tekstil dengan menggambar motif pada kain, lalu memotong dan menempelkannya pada lembaran kain lain, kemudian diakhiri dengan teknik sulam. Tujuan jahit aplikasi adalah untuk mempercantik permukaan kain.

2. Jahit aplikasi pada potong sisip (inlay)

Jahit aplikasi potong sisip adalah cara menghiasi permukaan kain dengan melubangi bagian kain dasar yang sudah diberi gambar sesuai rencana. Lubang pada kain itu ditempeli kain lain yang berbeda warna di bagian belakangnya dan diselesaikan dengan tusuk hias feston atau mesin bordir.

3. Hias permukaan kain dengan aplikasi potong motif

Hias permukaan kain dengan aplikasi potong motif adalah teknik menghiasi kain dengan cara menggunting motif dari kain lain, lalu menempelkannya pada kain yang diinginkan.

4. Hias permukaan kain dengan aplikasi lipat potong

Hias permukaan kain dengan aplikasi lipat potong adalah teknik menghiasi kain yang bisa dilakukan secara manual atau dengan mesin jahit.

5. Hias permukaan kain dengan aplikasi pengisian

Hias permukaan kain dengan aplikasi pengisian adalah teknik menghiasi kain yang mirip dengan jahit tindas, tetapi menggunakan potongan kain berwarna berbeda sebagai pengisi.

Alat Produksi Hias Permukaan Kain dengan Aplikasi

  • Jarum jahit tangan dan jarum sulam
  • Gunting
  • Jarum pentul dan bantalan jarum
  • Tudung jari dan alat pemasuk benang
  • Pemidangan
  • Pensil/kapur jahit
  • Cukil/pendedel jahitan
  • Seterika

Alat dan Bahan Jahit Aplikasi

  • Benang sulam atau benang jahit
  • Kain polos atau bermotif dan kain flanel
  • Langkah-Langkah Membuat Jahit Aplikasi
  • Gambar desain yang diinginkan dengan pensil warna di atas kertas terlebih dahulu.
  • Tempelkan pita di bagian leher pada kain dasar. Jahit pinggir kain dasar putih dan sambungkan ke bantal biru dengan tusuk hias feston.
  • Lanjutkan dengan menempelkan bagian wajah boneka beruang seperti mata, dan hidung.
  • Gunting pola sesuai desain dan tempelkan ke kain dasar. Jahit satu per satu dengan tusuk festoon
  • Gunakan bahan bermotif untuk membuat pita. Buat lipatan melingkar dua lapis. Pasang kancing di bagian tengahnya.
  • Bantal sederhana dari jahit aplikasi siap digunakan.

Kemasan Produk Kerajinan Tekstil

Kemasan adalah hal terakhir yang harus diperhatikan dalam sebuah proses. Untuk karya kerajinan yang dimodifikasi dari bahan limbah organik, ukuran karya menjadi hal yang penting.

Desain berkelanjutan harus tetap menjadi pertimbangan utama, bahkan saat membuat kemasan. Kemasan sebaiknya tidak hanya dibuang begitu saja, tetapi bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain oleh konsumen. Oleh karena itu, bentuk kemasan yang menarik perlu dipikirkan dengan baik.

Materi PDF

Jika kamu ingin menyimpan materi ini, dalam bentuk pdf. Silakan download file dibawah ini ya.

Dapatkan update rangkuman materi sekolah gratis dari Kampusimpian.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kumpulan Rangkuman Materi Sekolah”, caranya klik link https://t.me/rangkumankeren, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tim Kampus

Platform Pendidikan digital yang berdiri sejak 2019 banyak membagikan Tips belajar, Info Kampus, dan Materi belajar gratis.

Artikel Terkait

Back to top button