close

4 Tips Menjadi Teman Curhat yang Baik

4 Tips Menjadi Teman Curhat yang Baik – Ketika kamu sedang penat karena berbagai tekanan dan masalah hidup, pasti yang diharapkan adalah telinga orang yang pengertian bukan? Tapi, tidak mudah menjadi teman curhat yang baik.

Baca Juga: 4 Cara Menghindari Hoax dan Menentukan Pilihan Terbaik

Perlu skill mendengarkan dan kesabaran yang tinggi. Itu sebabnya, ada beberapa orang yang cocokĀ  jadi teman curhat, ada juga yang tidak. Seorang pendengar yang baik dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, baik secara personal maupun profesional. Pendengar yang baik umumnya juga memiliki berbagai sudut pandang yang luas dan berbeda-beda.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Menemukan Passion Diri Kamu

Curhat adalah suatu momen ketika seseorang ingin menceritakan permasalahan pribadi yang memang sulit untuk diatasi sendiri dan memerlukan bantuan untuk memberikan jalan keluar. Curhat bisa membuat temanmu mengeluarkan semua uneg-uneg yang membebaninya. Dan perlu kamu ketahui juga curhat itu merupakan momen berkualitas antara kamu dan temanmu. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena di momen itulah kamu bisa mendengarkan keluh kesah temanmu sekaligus memberikan support.

Sebenarnya, bagaimana sih cara menjadi pendengar yang baik, agar orang nyaman curhat dengan kita?

1. Sediakan Waktu dan Diri Kamu

Menjadi teman curhat yang baik berarti kamu harus menyediakan dan meluangkan waktumu. Tidak hanya waktu, bahkan kamu juga harus menyediakan dirimu. Gimana sih maksdunya menyediakan waktu dan diri? Ya maksudnya saat diajak curhat, kamu nggak sibuk sama diri kamu sendiri seperti main hp atau sibuk dengan yang lain. Kamu harus fokus dengan orang yang curhat ke kamu. Jangan sampai deh kamu nggak nyambung sama apa yang diomongkan temanmu itu. Karena kebanyakan yang mendengarkan, raga nya memang bersama kamu tapi pikiran nya sudah sampai entah kemana.

2. Berempati dan Tunjukkan Ketertarikanmu

Mungkin temanmu mencurhatkan tentang tugas kuliah atau pekerjaan yang membuatnya merasa stres akhir-akhir ini, padahal sebenarnya menurutmu itu masalah sejuta umat dan kamu juga berada diposisi itu, jadi menurutmu sebenarnya itu tidak perlu dikeluhkan. Eits, hati-hati dengan pemikiran demikian, karena pikiran seperti inilah yang bisa menghalangimu menjadi pendengar yang baik.

Jika kamu berpikiran demikian, alih-alih berempati dan bersimpati, kamu malah akan cenderung menyepelekan curhatan temanmu. Kamu harus melihat dari pandangan sisi baiknya. Temanmu curhat bukan karena masalah itu adalah masalah terbesar yang menghantuinya. Dia curhat kepadamu karena dia ingin melegakan perasaannya, yang mana itu sangat normal. Dia ingin dimengerti, sama seperti jika kamu curhat pada orang lain, kamu ingin dimengerti. Intinya tarik lagi kediri kamu jika seandainya kamu memiliki masalah yang memuncak dan ingin rasanya melepaskan beban itu, pasti kamu mencari teman curhat, karena sejatinya setelah menceritakan keluh kesah kita kepada orang lain itu akan terasa sedikit lega. Kamu dapat menunjukkan empati dengan gestur kecil seperti anggukan atau kata-kata seperti, “Aku tau yang kamu rasakan,” atau kata-kata lain yang mengkonfirmasi perasaan teman curhatmu.

3. Tidak Memotong di Tengah Cerita

Kadang, mendengarkan bisa jadi aktivitas yang menjemukan. Jika curhatan temanmu panjang sekali, pasti perlu kesabaran untuk duduk diam dan mendengarkan. Riset menunjukkan bahwa hanya 10% orang yang bisa mendengarkan secara efektif kata-kata orang lain. Memang pada dasarnya, kita sangat mudah menjadi bosan dan terganggu oleh pikiran-pikiran tentang hal lain. Seringkali, kita pikir kita sedang mendengarkan orang lain, tetapi sebenarnya pikiran kita sedang mencari cara dan kata-kata untuk dilontarkan kembali, untuk membalas kata-kata teman kita, entah itu dalam bentuk tanggapan, saran, atau malah menceritakan pengalaman serupa kita.

Pernahkah kamu curhat ke seseorang, tapi kamu merasa curhatanmu sering terputus karena orang itu sering tiba-tiba bicara? Pasti tidak mengenakkan. Jika temanmu curhat, dan kamu memotong curhatannya, itu sama tidak mengenakkannya. Jadi, jika seseorang curhat kepadamu, dan kamu ingin mengatakan sesuatu, coba tahan dulu sampai temanmu selesai bicara.

4. Berilah Respon yang Tepat pada Setiap Pernyataannya

Berilah respon yang sesuai dan tidak berlebihan. Hal ini bertujuan agar temanmu merasa apa yang dia curhatkan didengar dengan baik. Dengarkan dengan baik jangan pernah memotong pembicarannya. Mengangguk juga termasuk respon yang bagus ketika mendengar curhatan temanmu.

Jangan buru-buru menjudge seseorang karena cerita yang ia berikan. Hidup ini tak hanya terdiri dari hitam dan putih. Kadang mereka yang berwarna putih juga tak sedikit bergulat di dunia hitam. Posisikan diri kamu bila jadi dia. Bagaimanapun, suatu ketika seseorang tetap butuh tempat bersandar.

Well, tak ada manusia yang sempurna. Mereka ingin curhat karena mereka butuh didengarkan. So, jadilah pendengar yang baik. Apapun yang ia lakukan, bila ia mau mengatakannya pada kamu, artinya kamu adalah orang yang ia percayai.

Back to top button