close
Pengembangan Diri

Kamu Lebih Memilih Pindah Kerja atau Bertahan?

Bekerja berlebihan bukanlah sesuatu yang aneh dan kereta terakhir menuju rumah di hari kerja. Bagaimana agar bisa bertahan?

Rahasianya mungkin berkaitan dengan apa yang disebut orang Jepang dengan ikigai. Apa itu ikigai? Yaitu sebuah terminologi yang memasukkan ide kebahagiaan dalam kehidupan. Pada dasarnya, ikigai adalah alasan mengapa kamu bangun di pagi hari.

Baca Juga: 7 Tahapan Mencapai Financial Freedom

Bagi orang di Barat yang sudah akrab dengan konsep ini, ikigai sering diasosiasikan dengan diagram Venn dengan empat kualitas yang saling tumpang tindih yaitu apa yang kamu sukai, apa yang kamu kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dibayar dari kamu.

Ketika seseorang sudah menemukan sisi ikigainya, sesulit apapun rintangan yang sedang ia hadapi, ia akan terus bergerak maju dan jauh dari tekanan.

Kadang kebosanan di tempat kerja adalah situasi yang kita hadapi sehari-hari. Dan saat itulah kita mulai terfikir untuk Pindah Kerja atau bertahan.  Dua pilihan itu kadang memang susah untuk diputuskan. Tapi perlu diketahui kedua pilihan itu memiliki konsekuensinya masing-masing.

Baca Juga: Cara Simple Manajemen Emosi

Memilih bertahan, diantara badai resign kadang bukanlah sesuatu yang memalukan, dengan bertahan di tempat lama bisa jadi kita memiliki peluang yang lebih besar dari sisi karir. Tidak dipungkiri kamu pasti merasakan bosan, untuk menghilangkan kebosanan dengan rutinitas pekerjaan itu, mungkin ada baiknya kita gali lebih dalam dari berbagai sisi untuk memberikan nilai plus dari pekerjaan kita. Jika  individu berhasil memberikan nilai plus dalam karyanya, percayalah bukan hanya kebosanan saja yang berhasil diatasi, namun kompetensi diri dan kualitas pekerjaannya sendiri pun meningkat. Mungkin sederhananya begini, jika kita seorang staff maka kita harus belajar untuk merubah mindset kita seperti layaknya supervisor, seorang supervisor harus belajar berfikir layaknya seorang manager, begitu seterusnya. Dengan bersikap seperti itu maka deliverable task yang kita hasilkan pastinya jauh lebih berkualitas.

Jika memilih pindah, bukanlah sesuatu yang sederhana. Banyak hal dan faktor yang barus dipertimbangkan dengan baik. Terutama keluarga. Dengan status kita sebagai karyawan baru, otomatis sebagian waktu dan pikiran kita akan tersita untuk pekerjaan, karena mulai menyesuaikan diri lagi ditempat yang baru. Hal ini harus dibicarakan dengan keluarga dan pasangan, bagaimana membagi waktu dan mengurus keluarga supaya keduanya tetap berjalan selaras.

Sebelum keputusan pindah diambil, ada baiknya melakukan riset terlebih dahulu mengenai perusahaan yang baru. Jangan sampai situasi tidak menyenangkan di tempat lama terjadi lagi di tempat yang baru. Jangan lupa dicheck juga kondisi perusahaan tersebut stabil atau tidak.

Riset bisa kita lakukan melalui review menggunakan google di internet atau forum-forum kerja yang ada. Atau mungkin saat sedang melakukan interview kita bisa tanyakan langsung kepada HRD atau User yang bersangkutan mengenai pekerjaan dan aturan-aturan pekerjaannya. Sedangkan masalah gaji juga merupakan hal yang harus hati-hati untuk diputuskan karena ini adalah hasil dari sebuah pekerjaan. Bagaimanapun standar gaji yang baik bahkan tinggi adalah harapan semua pekerja.

Percayalah namanya kerja tidak ada yang enak walaupun sesuai passion atau hobi kita. Ingat bahwa kita membutuhkan cukup waktu untuk benar-benar memahami cara kerja di suatu perusahaan. Jadi, jika saat ini kita merasa tidak puas, coba tanyakan pada diri sendiri apakah kita sudah bekerja di perusahaan ini cukup lama sehingga kita yakin bahwa keputusan terbaik adalah untuk meninggalkannya. Coba pikirkan dulu baik-baik sebelum kita berpindah kerja. Mungkin saja, saat ini kita sudah ada di jalur yang benar tanpa menyadarinya.

Renita Safitri

Membacalah untuk mengenal Dunia dan Menulislah untuk Dikenal Dunia. Keep Skyward and Keep Grounded.
Back to top button