close
BiologiKelas 10Kurikulum MerdekaSMA/SMK/MA

Rangkuman Materi Biologi Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Hallo sahabat kampus, berikut ini kita bagikan Rangkuman Materi Biologi Kelas 10 Kurikulum Merdeka. Tujuan pembelajaran kali ini adalah agar kamu memahami keanekaragaman hayati, ekosistem, dan interaksi antara makhluk hidup. Kamu juga mampu menganalisi peran komponen ekosistem dalam kehidupan sehari.

Silakan pilih materinya dibawah ini ya:

Virus adalah partikel aseluler yang terdiri dari satu atau lebih molekul asam nukleat (seperti DNA atau RNA) yang dibungkus dalam lapisan protein.

Virus tidak memiliki struktur sel seperti inti sel, sitoplasma, dan membran sel.

Struktur Virus

Virus memiliki dua komponen utama:

  • Kapsid: Selubung protein yang melindungi materi genetik virus.
  • Asam nukleat: Berperan dalam proses replikasi, transkripsi, dan translasi DNA.

Replikasi Virus

Replikasi virus terjadi di dalam sel inang karena virus tidak memiliki struktur metabolisme sendiri.

Proses ini melibatkan pembentukan dan perbanyakan komponen-komponen virus, termasuk materi genetik dan kapsid.

Sel inang bisa berupa organisme uniseluler (seperti bakteri) atau multiseluler (seperti manusia).

Pengelompokkan Virus

Virus memiliki inang yang spesifik. Contohnya, bakteriofag hanya menginfeksi bakteri tertentu.

Ada virus yang memiliki inang bervariasi, seperti virus flu burung yang menginfeksi bangsa aves dan manusia.

Peranan Virus

Virus dapat menyebabkan berbagai penyakit pada inangnya, termasuk manusia.

Beberapa virus juga memiliki peran positif, seperti dalam rekayasa genetika atau pengendalian hama.

Partikel Subvirus

Partikel subvirus adalah komponen virus yang lebih kecil daripada virus utuh.

Contohnya adalah prion, yang terdiri hanya dari protein tanpa asam nukleat.

    Keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai macam kehidupan yang ada di planet Bumi.

    Ini mencakup semua spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, serta keragaman genetik yang ada di dalamnya.

    Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan ekosistem global secara keseluruhan.

    Keanekaragaman Hayati di Indonesia

    Indonesia, dengan banyak pulau dan iklim tropis, memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat beragam.

    Letak geografis Indonesia di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Pasifik dan Hindia) mempengaruhi keberagaman hayati di negara ini.

    Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

    Keanekaragaman hayati memiliki manfaat dalam berbagai bidang, termasuk pangan, sandang, ekonomi, ekologi, ilmu pengetahuan, dan farmasi.

    Contoh pemanfaatan meliputi obat-obatan tradisional, bahan pangan, dan produk industri.

    Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

    Pelestarian keanekaragaman hayati melibatkan tindakan untuk melindungi spesies, habitat, dan ekosistem.

    Ini termasuk pembentukan taman nasional, konservasi in situ, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya keanekaragaman hayati.

    Keanekaragaman Hayati di Seluruh Dunia

    Keanekaragaman hayati di ekosistem darat lebih besar di sekitar khatulistiwa dibandingkan dengan wilayah kutub.

    Evolusi dan adaptasi berperan dalam terciptanya keanekaragaman hayati di seluruh dunia.

    Hilangnya keanekaragaman hayati merupakan peristiwa penurunan keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang antara lain disebabkan oleh beberapa faktor:

        1. Degradasi dan hilangnya habitat:
          • Intensifikasi pemanfaatan lahan (dan hilangnya lahan atau habitat) telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam hilangnya layanan ekologis dan keanekaragaman hayati.

        2. Perubahan iklim:
          • Tekanan panas dan kekeringan akibat perubahan iklim juga berkontribusi pada hilangnya keanekaragaman hayati.

        3. Beban nutrisi berlebih dan polusi:
          • Nutrisi berlebih dan bentuk polusi lainnya dapat merusak ekosistem dan mengurangi keanekaragaman hayati

        4. Eksploitasi berlebihan dan penggunaan tidak berkelanjutan:
          • Contohnya, metode penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kepunahan spesies.

        5. Spesies asing invasif:
          • Spesies asing yang bersaing dengan spesies asli dapat menggantikan mereka dan mengurangi keanekaragaman hayati

        6. Konflik bersenjata:
          • Konflik mengganggu kehidupan dan mata pencaharian manusia, berkontribusi pada hilangnya habitat, dan meningkatkan eksploitasi berlebihan terhadap spesies bernilai ekonomi.

        7. Aktivitas manusia:
          • Sekitar 30% mamalia, amfibi, dan spesies burung terancam punah akibat aktivitas manusia.

    Mencegah hilangnya keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi kehidupan di Bumi. Berikut beberapa langkah yang dapat kita ambil:

      1. Konservasi dan Pelestarian:
        • Konservasi in situ: Melindungi habitat alami dan spesies di tempat asalnya.
        • Pelestarian ex situ: Menjaga spesies di luar habitat alam, seperti di kebun binatang atau taman botani.

      2. Melestarikan Hutan:
        • Hutan adalah rumah bagi banyak spesies. Melindungi hutan dan menghentikan deforestasi sangat penting untuk keanekaragaman hayati.

      3. Membangun Program Berkelanjutan:
        • Menerapkan praktik pertanian, perikanan, dan industri yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

      4. Menanam Pohon:
        • Pohon adalah bagian penting dari ekosistem. Menanam lebih banyak pohon membantu memperbaiki habitat dan mengurangi emisi karbon.

      5. Membangun Tempat Perlindungan:
        • Menciptakan kawasan konservasi dan taman nasional untuk melindungi spesies dan habitatnya.

      6. Mencegah Kebakaran Hutan:
        • Kebakaran hutan merusak habitat dan mengancam spesies. Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran harus ditingkatkan.

    Klasifikasi Makhluk Hidup adalah cara kita mengelompokkan dan mengorganisir berbagai jenis makhluk hidup di dunia ini berdasarkan kesamaan ciri-ciri mereka. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut Taksonomi. Dengan menggunakan sistem klasifikasi, kita bisa memahami hubungan antara berbagai spesies dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang keanekaragaman hayati.

    Berikut beberapa aspek penting terkait klasifikasi makhluk hidup

    Prinsip Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

    Kesamaan Ciri-Ciri: Makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri yang mirip dikelompokkan bersama-sama, sedangkan yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dikelompokkan secara terpisah. Prinsip ini membantu dalam mengidentifikasi hubungan kekerabatan antara berbagai spesies dan membangun hirarki taksonomi yang mencerminkan tingkatan kekerabatan tersebut.

    Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

    Menyusun Sistem: Tujuan utama adalah menyusun suatu sistem yang dapat menggambarkan hubungan kekerabatan antara berbagai spesies.

    Memberikan Nama Ilmiah: Klasifikasi membantu memberikan nama ilmiah yang konsisten bagi setiap spesies. Sebelum sistem klasifikasi diperkenalkan, tidak ada keseragaman dalam penamaan spesies, yang menyebabkan kebingungan dan kesulitan dalam mengidentifikasi dan berkomunikasi tentang makhluk hidup.

    Macam-Macam Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

    • Sistem Alami: Berdasarkan kesamaan ciri-ciri alami.
    • Sistem Buatan: Berdasarkan tujuan praktis, seperti pengelompokan tanaman berdasarkan manfaatnya.
    • Sistem Filogenetik: Berdasarkan hubungan evolusi dan keturunan.

    Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup

    • Sistem 2 Kingdom: Mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kerajaan: tumbuhan dan hewan.
    • Sistem 3 Kingdom: Menambah kerajaan Protista.
    • Sistem 4 Kingdom: Menambah kerajaan Fungi.
    • Sistem 5 Kingdom: Menambah kerajaan Monera (bakteri).
    • Sistem 6 Kingdom: Menambah kerajaan Archaea.

    Bioteknologi konvensional adalah jenis bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme secara utuh sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa. Dalam bioteknologi konvensional, pengaplikasian teknik biokimia, biologi, dan rekayasa masih terbatas.

    Berikut beberapa poin penting terkait bioteknologi konvensional:

    Pengertian Bioteknologi Konvensional

    Konvensional mengacu pada sesuatu yang lazim, tradisional, atau mengikuti yang sudah ada.

    Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara utuh dan tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar.

    Produk bioteknologi konvensional dapat diproduksi secara massal melalui pabrik, tetapi terbatas dalam jumlah besar karena faktor mikroorganisme.

    Proses bioteknologi konvensional dilakukan tanpa adanya fertilisasi, melainkan menggunakan teknik fermentasi.

    Karakteristik Bioteknologi Konvensional

    Fermentasi: Proses fermentasi mengubah sifat substrat dan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selain itu, fermentasi menghasilkan senyawa asam dan gas.

    Mikroorganisme Utuh: Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara keseluruhan.

    Produk: Contoh produk bioteknologi konvensional meliputi tempe, keju, dan kecap.

    Teknologi Ramah Lingkungan adalah teknologi yang memberikan kemudahan bagi manusia namun tetap menjaga kelestarian lingkungan baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Teknologi ini dikenal dengan istilah teknologi berkelanjutan. Beberapa prinsip yang diterapkan dalam teknologi ramah lingkungan meliputi:

    1. Refine: Penggunaan bahan-bahan dan proses yang ramah terhadap lingkungan.
    2. Reduce: Meminimalisir produk sampingan berupa limbah melalui pemanfaatan bahan secara optimal.
    3. Reuse: Menggunakan kembali bahan-bahan yang sudah tidak dipakai atau mengolah limbah dengan cara tertentu.
    4. Recycle: Mengolah kembali bahan-bahan yang sudah tidak dipakai dengan metode yang sama.
    5. Recovery: Memulihkan bahan-bahan yang sudah tidak dipakai dengan metode yang berbeda.
    6. Retrieve Energy: Mengambil energi dari bahan-bahan yang sudah tidak dipakai2.

    Berikut contoh aplikasi teknologi ramah lingkungan dalam beberapa bidang:

    Bidang Energi

    1. Biofuel: Bahan bakar alternatif dari pengolahan bahan-bahan organik seperti tumbuhan yang dapat diperbaharui. Contoh: etanol dan biodiesel.
    2. Biogas: Bahan bakar alternatif yang menggunakan gas metana dari kotoran dan urin hewan ternak.
    3. Sel Surya (Solar Cell): Mengubah energi panas matahari menjadi listrik.
    4. Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydropower): Menggunakan energi air untuk menghasilkan listrik.
    5. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Wind Power): Menggunakan angin untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

    Bidang Transportasi

    1. Mobil dan Motor Listrik: Mengurangi emisi gas buang dan menggunakan energi terbarukan.
    2. Kendaraan Hidrogen: Menggunakan bahan bakar hidrogen yang menghasilkan air sebagai produk sampingan.
    3. Bus Surya: Menggunakan tenaga surya untuk menggerakkan bus.
    4. Mobil Surya: Menggunakan energi matahari untuk menggerakkan mobil.

    Bidang Lingkungan dan Industri

    1. Carbon Capture and Storage (CCS): Menangkap dan menyimpan gas karbon dioksida dari sumber-sumber besar seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
    2. Smart Grids: Jaringan listrik pintar yang meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan distribusi energi listrik.
    3. Biopulping: Teknologi ramah lingkungan dalam industri kertas.

    Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

    Beberapa contoh teknologi yang tidak ramah lingkungan meliputi:

    1. Mesin Kendaraan Bermotor: Menghasilkan emisi gas buang yang merusak lingkungan.
    2. Semprotan Aerosol: Mengandung bahan kimia berbahaya.
    3. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau Uap: Menggunakan bahan bakar fosil yang berkontribusi pada polusi udara.

    Ekosistem adalah kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya, di mana terdapat hubungan dan interaksi yang saling memengaruhi. Ekosistem melibatkan komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (non-hidup) . Berikut penjelasan lebih rinci mengenai konsep-konsep terkait:

    Interaksi antar Organisme

    Interaksi antar spesies di dalam suatu populasi adalah bentuk kejadian yang wajar pada komunitas. Contohnya termasuk kompetisi, simbiosis, dan predasi.

    Beberapa tipe interaksi antar organisme

    • Simbiosis: Hubungan yang terjadi antara dua organisme. Contoh: mutualisme (kedua belah pihak saling menguntungkan), komensalisme (satu pihak diuntungkan, yang lain tidak terpengaruh), dan parasitisme (satu pihak diuntungkan, yang lain dirugikan).
    • Predasi: Interaksi makan memakan antar organisme.
    • Kompetisi: Interaksi antara dua atau lebih spesies yang saling menghalangi karena memiliki kebutuhan yang sama.

    Piramida Ekologi dan Perubahan Komunitas:

    • Piramida Ekologi: Menggambarkan jumlah biomassa, individu, atau energi di setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Piramida ini membantu memahami struktur biologi suatu komunitas.
    • Perubahan Komunitas: Terjadi melalui suksesi, yaitu perubahan bertahap dalam komposisi spesies di suatu area. Contohnya, dari hutan gundul menjadi hutan primer.

    Siklus Biogeokimia

    Proses alami yang melibatkan perpindahan dan transformasi zat-zat kimia penting (seperti karbon, nitrogen, fosfor, dan air) antara organisme hidup dan lingkungan fisiknya. Siklus ini menjaga keseimbangan ekosistem dan keberla

    Keseimbangan dan Perubahan Lingkungan Hidup: Keseimbangan lingkungan sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Tanpa keseimbangan lingkungan, ekosistem akan mengalami gangguan yang dapat berdampak pada kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Contohnya adalah perubahan iklim, kepunahan spesies, dan kerusakan ekosistem alam1.

    Pencemaran Air: Pencemaran air terjadi ketika zat-zat berbahaya atau limbah masuk ke dalam air melebihi kadar normal. Sumber pencemaran air meliputi limbah industri, penggunaan lahan hijau, limbah pertanian, dan lainnya. Dampaknya termasuk terhadap kesehatan, ekosistem, dan kualitas air tanah2.

    Pencemaran Tanah: Pencemaran tanah terjadi ketika zat beracun atau limbah masuk ke tanah melebihi kadar normal, merusak fungsi atau menurunkan kualitas tanah. Penyebabnya meliputi limbah organik dan anorganik, limbah pertanian, dan kebakaran hutan. Dampaknya termasuk terhadap kesehatan, ekosistem, dan kesuburan tanah.

    Pencemaran Udara: Pencemaran udara terjadi ketika kondisi udara rusak akibat polutan berbahan kimia, fisik, atau biologi. Penyebabnya meliputi emisi kendaraan bermotor, asap pembakaran hutan, dan pertumbuhan sektor industri. Dampaknya termasuk terhadap kesehatan, ekosistem, dan cuaca4.

    Pencemaran Cahaya: Polusi cahaya adalah kondisi cahaya yang berpendar berlebihan, baik itu bersumber dari cahaya buatan (artifisial) maupun cahaya alami sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi makhluk hidup. Penyebabnya meliputi lampu penerangan jalan, reklame, dan dekorasi. Dampaknya termasuk terhadap astronomi, kesehatan, dan ekosistem.

    Pencemaran Suara: Pencemaran suara adalah gangguan akibat suara bervolume tinggi yang bisa merusak indra pendengaran. Dampaknya termasuk terhadap kesehatan fisik dan mental, seperti gangguan pendengaran, penyakit jantung, sulit tidur, dan stres.

    Mitigasi dan Penanganan Limbah: Untuk mengurangi dampak pencemaran, kita perlu mengadopsi praktik mitigasi dan penanganan limbah yang efektif. Ini melibatkan pengelolaan limbah secara bijaksana, pengurangan konsumsi, dan penerapan teknologi ramah lingkungan.

    Pemanasan global adalah fenomena perubahan iklim drastis akibat kenaikan suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan. Kondisi ini dapat membuat lapisan ozon menipis, berdampak pada perubahan cuaca, udara, dan sumber air yang penting bagi keberlangsungan kehidupan12.

    Penyebab Pemanasan Global

    Penyebab utama pemanasan global adalah efek rumah kaca (ERK). Meskipun ERK terjadi secara alami, aktivitas manusia meningkatkan konsentrasi gas penyebab pemanasan global, terutama karbon dioksida (CO2). Aktivitas pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam meningkatkan konsentrasi gas panas yang dilepaskan ke atmosfer. Polusi udara yang dihasilkan memperangkap lebih banyak panas, menjadi penyebab utama pemanasan global.

    Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global meliputi:

    1. Penebangan hutan (deforestasi): Menebang hutan untuk kepentingan komersial, membuka lahan pertanian, peternakan, perumahan, atau industri. Pembakaran hutan juga meningkatkan suhu rata-rata di daerah tersebut.
    2. Penggunaan bahan bakar fosil: Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam mengeluarkan lebih banyak gas panas ke atmosfer.
    3. Perubahan penggunaan lahan: Konversi hutan menjadi lahan pertanian atau perkotaan mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon dioksida.
    4. Industri dan transportasi: Emisi dari industri dan kendaraan bermotor berkontribusi pada pemanasan global.

    Dampak Pemanasan Global

    Pemanasan global memiliki dampak luas, termasuk:

    1. Wabah penyakit: Kenaikan suhu menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko penyakit.
    2. Mencairnya es kutub: Mengakibatkan kenaikan permukaan air laut.
    3. Kualitas air menurun: Curah hujan tinggi mengurangi kualitas sumber air.
    4. Kuantitas air berkurang: Curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan air langsung kembali ke laut.
    5. Suhu air laut meningkat: Mengganggu ekosistem laut.
    6. Kabut asap: Kekeringan dan kebakaran hutan menghasilkan kabut asap berbahaya.
    7. Permukaan air laut naik: Mencairnya es kutub dapat menyebabkan banjir dan tenggelamnya pulau-pulau kecil.

    Pengendalian Pemanasan Global

    Beberapa cara mengatasi pemanasan global meliputi:

    1. Gunakan energi terbarukan: Sumber energi dari alam seperti air, angin, panas bumi, cahaya matahari, dan biomassa.
    2. Hemat energi: Matikan perangkat elektronik saat tidak terpakai.
    3. Reboisasi: Menanam pohon untuk menyerap karbon dioksida.
    4. Kampanyekan kesadaran lingkungan: Edukasi masyarakat tentang dampak pemanasan global dan upaya mengurangi emisi.

    Semoga ringkasan materi biologi kelas 10 ini membantumu dalam memahami point pentingnya ya. Semoga lebih mudah dipahami materinya.

    Back to top button