close

5 Pola Asuh Anak yang Baik

Jika sudah menikah, tentunya kamu akan menjadi sosok orang tua apabila telah diberkahi oleh Tuhan seorang anak. Sebagai tahap lanjutan setelah menikah ialah kita harus siap untuk mendidik anak. Sosok orang tua sudah semestinya memiliki pola asuh yang baik kepada anaknya sendiri agar terbentuk karakter dan watak anak yang baik. Sudah pasti para orang tua memiliki caranya sendiri dalam memberikan didikan kepada anaknya.

Baca Juga: Jangan Menikah Sebelum tahu 8 Hal ini

Nah, sebelum lebih lanjut membahas inti pada artikel ini apa sih yang terbesit dibenak kalian mengenai anak?  Ya, mungkin ada yang menganggap anak itu lucu, kecil, imut, menggemaskan, dan bahkan mungkin ada yang beranggapan bahwa anak itu nakal, bandel, cengeng, sekaligus beban. Well, hey! Jika kalian sudah menikah harusnya paham bahwa setelah pernikahan akan ada kehidupan yang baru, ialah anak. Anak menjadi sosok malaikat kecil yang akan memberi warna baru dalam kehidupan rumah tanggamu.

Baca Juga: Seni Hidup Minimalis Itu Apa Sih?

Tanpa perlu banyak bernarasi lagi, saya akan menjelaskan hal – hal yang perlu dipahami dalam pola asuh yang baik terhadap anak.

1. Pemahaman Dasar Mengenai Anak

Anak Adalah Individu Baru. Perlu pahami betul bahwa anak adalah  individu baru bagi kita bukan hanya sekedar tanggung jawab. Kalian perlu menganggap bahwa anak adalah sosok individu baru bekal dimasa depan yang harus dijaga dan dibesarkan dengan baik penuh kasih sayang.  Anak juga dapat menjadi pelipur lara bagi kita dikala stress karena kerjaan, atau semacamnya, kita bisa meluangkan waktu bermain dengannya atau membuat komunikasi sharing dengan anak yang mana stress yang dirasakan akan dapat lebih redam. Dengan menganggap anak adalah sosok individu baru, malaikat kecil dalam kehidupan rumah tangga maka, kalian akan menjalaninya dengan penuh keikhlasan, hidup kalian akan menjadi berwarna karena adanya anak. Ingat jika kalian dimasa tua kelak akan ada yang menjaga, ialah anak kita.

Apabila kalian beranggapan bahwa anak adalah karunia dari Tuhan dan menjadi tanggung jawab bagimu, maka kamu hanya akan terus – menerus merasa terbebani dengan adanya anak. Karena kalian berpikiran bahwa apapun itu; baik waktu, uang, harta harus kalian miliki agar bisa memenuhi tanggung jawab membesarkan si anak.

Tentunya, pemikiran yang seperti tidaklah baik.

Anak Minim Power

Anak adalah sosok malaikat kecil yang lemah yang mana mereka masih minim power, dan butuh kamu sebagai orang tua yang menjadi full powernya. So, sebagai orang tua alangkah baiknya jika kamu menurunkan ego sendiri, dan nomor satukan lah anak lalu cobalah untuk lebih mengerti mereka. karena akan tiba masanya si anak lebih mengerti kamu. Bukan hanya sekedar mengerti, si anak akan menomor satukan mu sebagai orang tua dibandingkan apapun.

2. Hal yang Penting Dipersiapkan Menjadi Orang Tua

Dalam mendidik anak bukan hanya butuh mencukupi kebutuhan premier, sekunder, tersier saja seperti kebutuhan sandang, pangan, material dll. Tetapi, juga perlu mencukupi kebutuhan lainnya yang mana sifatnya abstrak. Kamu perlu ilmu, belajar, strategi, pendekatan kepada anak, dan seni didalamnya agar kamu bisa membentuk anak menjadi sosok yang unik berkarakter baik serta bermanfaat bagi kehidupan sekitarnya.

Bentuklah caramu sendiri dalam mendidik anak, karena dalam mendidik anak tidak ada yang baku ataupun saklek. Yang pastinya didiklah anakmu dengan baik, jangan menerapkan pola asuh pada anakmu dengan meniru pola asuh orang lain. Misalnya, kamu berasal dari keluarga dengan didikan yang keras, alhasil kamu juga akan mendidik anakmu dengan pola didikan yang keras juga. Oh NO! kamu jangan meniru yang seperti ini, tetapi tirulah cara mendidik yang baik karena watak setiap anak berbeda-beda.

3. Perhatikan Kebiasaanmu Menjadi Orang Tua

Sebelum kamu menjadi orang tua, perhatikanlah dirimu sendiri terlebih dahulu. Ubah kebiasaan burukmu, perbaiki perilakumu yang terpandang kurang baik dimasyarakat. Mengapa kamu harus berubah? Ya, karena anak akan menjadikanmu sebagai panutannya dan akan menjadikanmu sebagai contohnya. Apa yang dilihat si anak terlebih lagi dari orang terdekatnya, tak sungkan mereka akan meniru itu. Maka, tinggalkanlah kebiasaan burukmu seperti; temperamental, suka berkata kasar, malas-malasan dan masih banyak lagi.

Jangan lupa komuikasi dengan pasanganmu mengenai strategi dan pola kamu dalam mendidik anakmu kelak. Karena komunikasi dengan pasangan juga penting dalam mendidik anak agar ketika suatu hari kamu memiliki keluhan saat mendidik anak, kamu bisa saling menguatkan dengan pasanganmu.

4. Fokus Pada Hal yang Perlu Dikontrol

Jadilah rumah bagi anakmu agar mereka bisa menjadi diri mereka sendiri. Jika anak sudah menjadi semakin tumbuh dan berkembang, tentunya mereka akan menemukan banyak hal baru diluar sana, yang pasti dari lingkungan sekolahnya. Sehingga, ada saat dimana perilaku dari anak yang tidak kamu sukai. Maka, kamu bisa fokus untuk mengontrol itu dengan kamu bersikaplah jadi tempat si anak kembali dan menjadi dirinya sendiri.

5. Adaptasi Terhadap Hal – Hal Baru

Jangan coba – coba menjadi sosok orang tua yang sempurna, karena dengan kamu yang memaksakan ingin menjadi orang tua yang mendidik anak secara sempurna itu artinya kamu secara tidak langsung mengontrol anak kamu agar menjadi apa sesuai yang kamu inginkan. Ingat, anakmu juga punya kehidupannya sendiri, dan dia juga butuh berkembang dengan caranya, bukan malah diatur atau terlalu dibatasi.

Semoga Bermanfaat, Arigatou J

Back to top button