close

5 Tips Mengatasi Keraguan Diri (Imposter Syndrome)

Perasaan campur aduk antara ragu dan takut akan kegagalan memang sudah pasti muncul dalam pikiran siapapun. Mungkin diantara kamu ada yang sampai mundur dari suatu tindakan karena tiba – tiba muncul keraguan serta takut yang membayang, ”Apakah aku bisa ya melakukannya? Nanti kalau bisnisku tiba – tiba bangkrut gimana? Apakah akan ada yang membeli produkku? Ahh, sepertinya aku tidak bisa”. Nah, perasaan seperti ini seringkali membayang di pikiranmu, bukan? Tentu, dan tidak ada salahnya jika kamu berpraduga demikian. Hanya saja letak kesalahannya adalah jika kamu terlalu over dalam memikirkan dan merasakannya sehingga dampaknya tidak baik bagi kamu sendiri.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Rasa Minder

Misalnya, kamu merasa bahwa kamu tidak pantas berada disekitar kehidupan orang yang kamu sayangi atau kamu merasa kamu tidak ada layaknya sekalipun untuk suatu hal apapun karena kamu merasa bahwa orang – orang disekitarmu itu sudah jauh lebih hebat dan berkualitas dibanding kamu. Sedangkan kamu sendiri sebetulnya sudah memiliki sederet pencapaian prestasi untuk menjadi lebih hebat dari mereka, tetapi masih saja kamu berpikiran bahwa kamu tidaklah sebaik atau sebagus seperti yang orang nilai pada dirimu. Apakah kamu sadari bahwa tingkahmu yang seperti ini adalah sindrom penipu (imposter syndrome).

Baca Juga: Tips Mudah Mengubah Pola Pikir Agar Terhindar Dari Kesalahan Berpikir

Sindrom penipu atau imposter syndrome adalah suatu konsep yang menjelaskan keadaan individu ditandai dengan tidak mampunya seseorang untuk menginternalisasi pencapaian mereka dan terus merasa takut dianggap sebagai penipu. So, imposter syndrome adalah kondisi psikologis seseorang yang merasa tidak pantas untuk mendapatkan suatu kesuksesan, dan selalu merasa waswas, seakan-akan orang tahu dirinya adalah penipu karena tidak berhak mengakui segala prestasi dan keberhasilan yang dimilikinya.

Orang yang mengalami imposter syndrome sering kali ditandai dengan mudahnya merasakan cemas terhadap suatu hal yang dilakukannya, apakah akan gagal atau bagaimana?. Lalu, orang ini terus saja merasa tidak percaya diri yang mana terus – menerus memikirkan apakah bisa melakukannya atau akan gagal?. Kemudian, mengalami frustasi ketika suatu hari mengalami kegagalan yang tidak bisa sesuai dengan target pencapaian yang direncanakan. Serta lebih cenderung sebagai sosok yang perfeksionis, apapun hal yang dilakukan hendaknya sesuai rencana jangan sampai ada yang terlewatkan, bahkan diusahakan harus bisa mencapai garis sempurna.

Eits, perlu kamu ketahui! Bahwa pada faktanya tidak ada limitasi mengenai siapa yang bisa dan tidak bisa mengalami sindrom ini. Dari kalangan manapun bisa saja menderita imposter syndrome ini; anak muda hingga tua, orang miskin hingga kaya, dan bahkan orang berpendidikan tinggi atau tidak berpendidikan, semua bisa mengalami sindrom ini. Terlebih lagi, tokoh dunia pernah mengalami imposter syndrome ini seperti Albert Einstein. Beliau mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai sosok involuntary swindler yang artinya adalah seorang penipu tanpa sengaja karena karyanya tidak layak mendapat perhatian seperti yang ia dapatkan.

Tetapi, tidak perlu bingung akan imposter syndrome ini yang sifatnya bisa dialami siapapun.

1. Lawan Rasa Takutmu

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adaah dengan cara memerangi rasa takutmu yang berlebih. Karena  rasa taku t yang mungkin kamu alami sudah kamu alami itu berlebih sehingga lebih memicu kamu imposter syndrome. Seharusnya kamu tidak perlu terlalu merasakan rasa takutmu itu, apabila kamu terlalu merasakan apa yang kamu takutkan itu akan lebih mengundang hal – hal negatif bagimu dan menjadi masalah personal yang besar.

2. Ceritakan pada Orang Terdekatmu

Dengan kamu bercerita kepada orang terdekatmu itu akan lebih mempermudahmu dalam menjalani masa imposter syndrome ini. Mungkin kamu bisa berbagi cerita mengenai apa yang kamu rasakan kepada keluargamu, atau pasanganmu, bahkan tenaga ahli seperti psikolog.

3. Berbagi Ilmu

Sesuai kodratnya bahwa jika memiliki ilmu itu janganlah pelit, meski sedikitpun alangkah indahnya jika berbagi. Kamu dapat berbagi ilmu kepada teman – temanmu, atau partner kerjamu, karena dengan berbagi ilmu ini dapat kamu manfaatkan sebagai alternatif tolak ukur ilmu kamu. Dengan berbagi ilmu ini kamu dapat melihat peluang kompetensi kamu suatu bidang yang kamu fokuskan.

4. Believe in Yourself

Percaya pada diri sendiri menjadi suatu kekuatan yang internal dengan dampak yang begitu besar terhadap suatu hal yang kamu lakukan. Hal ini menjadi good vibes untuk diri kamu, karena tidak semua orang mampu dan memiliki pencapaian yang sama sepertimu. Jadi, hargailah dirimu sendiri dan percayalah bahwa kamu bisa.

5. Menerima Diri Sendiri

Hal yang terakhir ini adalah hal yang sulit dilakukan oleh imposter syndrome, sosok imposter syndrome sulit dalam meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa ia mampu. Maka, solusinya untuk penderita imposter syndrome adalah dengan cara terima suatu kenyataan yang ada dalam dirimu sendiri, percayailah bahwa kamu mampu. Buang jauh rasa keraguan dan ketakutanmu itu, jikapun tidak bisa menghilangkan total perasaan seperti ini setidaknya jangan sampai kamu terlalu berlebihan dalam menanggapi dan merasakannya.

Semoga bermanfaat, Arigatou J

Back to top button